Jika kini kita sangat mengenal ChatGPT atau Siri, tahukah siapa sebenarnya nenek moyangnya? Ternyata teknologi chatbot dan asisten virtual telah diciptakan sejak tahun 1960-an. Namanya Eliza. Ya, ia adalah sebuah program komputer sederhana yang membuka pintu pertama untuk dunia percakapan mesin.
Dibuat pada tahun 1966, Eliza adalah sebuah eksperimen yang cukup revolusioner di zamannya. Meskipun terbatas dan sederhana, Eliza mengilhami gagasan bahwa komputer dapat “berbicara” menggunakan bahasa manusia. Kisah Eliza bukan hanya sejarah teknologi, tetapi juga cermin bagaimana manusia mulai melihat mesin sebagai mitra berkomunikasi, sekaligus membuka perdebatan etis dan filosofis yang relevan hingga hari ini.
Eliza sekaligus membuktikan bahwa interaksi manusia dengan mesin lewat percakapan bukanlah hal baru. Dibuat pada tahun 1966 oleh Joseph Weizenbaum, Eliza menjadi pelopor chatbot pertama yang mencoba meniru cara manusia berbicara. Berkat Eliza, kemudian berkembang teknologi chatbot yang lebih canggih dan melahirkan model seperti ChatGPT yang mampu berkomunikasi dengan cara yang jauh lebih natural dan kontekstual.
Melihat kembali kisah Eliza dan membandingkannya dengan ChatGPT memberikan gambaran menarik tentang bagaimana AI percakapan berevolusi dari yang semula sederhana menjadi sangat kompleks. Setidaknya di zaman ini.
Apa yang membedakan Eliza dengan ChatGPT?
Substack, Platform bagi Jurnalis dan Penulis Independen
7 bulan yang lalu
Panduan Definitif Google Vertex AI: Platform Terpadu untuk Machine Learning Skala Perusahaan Bagian 2
7 bulan yang lalu
Panduan Definitif Google Vertex AI: Platform Terpadu untuk Machine Learning Skala Perusahaan Bagian 1
7 bulan yang lalu
Toolbaz: Ulasan Lengkap - Kupas Tuntas 75+ Alat AI Gratis (dan Cara Pakainya untuk SEO) Bagian 2
7 bulan yang lalu
Toolbaz: Ulasan Lengkap - Kupas Tuntas 75+ Alat AI Gratis (dan Cara Pakainya untuk SEO) Bagian Pertama
7 bulan yang lalu
Google Cloud AI: Kekuatan Kecerdasan Buatan untuk Bisnis, Developer, dan Inovator Indonesia
7 bulan yang lalu